Jumat, 13 Juli 2012

Macam-Macam Mesin Tenun


AIR JET LOOM

Mesin tenun ini terus dikembangkan karena mempunyai kecepatan tinggi, mudah pengoperasiannya. Sistem peluncuran benang pakan di mesin ini menggunakan angin bertekanan (air jet) sebagai media pembawanya. Angin dari kompresor di saring kebersihannya, kemudian masuk pengatur tekanan angin (regulator), terus disalurkan melalui main nozzle bersama benang pakan, sehingga benang pakan dapat menyisip kemulut lusi dari ujung kiri ke ujung kanan kain. Angin yang ada tidak ditembakkan secara terus-menerus, tetapi diatur secara elektronik valve saat terjadi penyisipan benang pakannya.
Besar kecilnya tekanan angin diatur sesuai ketentuan agar didapat suatu keseimbangan antara benang pakan sampai keujung kain, tetapi tidak merusak atau memutuskan benang pakan tersebut. Besar kecilnya tekanan angin tergantung dari beberapa hal seperti :
·         Benang pakan semakin besar, semakin tinggi kebutuhan tekanan angin.
·         Kecepatan mesin (rpm) semakin tinggi, semakin tinggi kebutuhan tekanan angin.
·         Kain semakin lebar, semakin tinggi kebutuhan tekanan angin.
·         Semakin tinggi daya tarik mulur benang pakan, semakin tinggi pula kebutuhan tekanan anginnya.
Pengaturan sudut pembukaan semakin pendek, tekanan angin semakin besar.
Keterangan gambar 10 :

A. Cones benang
B. Feeder drum
C. Pin feeder drum
D. Main nozzle
E. Gunting pemotong benang pakan.
F. Sub nozzle
G. Sisir
H. Solenoid valve
I. Sensor pendeteksi benang pakan sampai kepinggir kain
J. Sensor pendeteksi benang pakan terlalu panjang
K. Selang angin

Cara kerja peluncuran benang pakan :
Benang pakan masuk lubang di Feeder drum sebagai pengatur panjang benang pakan selebar kain dan penyuap ke Main nozzle. Di main nozzle benang diberi tekanan angin agar dapat terbawa dan menyisip ke mulut lusi sampai ujung kain. Bentuk sisir yang seperti selokan memanjang serta sub nozzle sebagai pembantu main nozzle, membuat benang pakan stabil ketika menyisip ke mulut lusi. Tekanan angin yang diberikan ke main nozzle dan sub nozzle diatur tekanannya sesuai kebutuhan dengan regulator angin. Dalam 1 (satu) gerakan pokok mesin tenun, di main nozzle dan sub nozzle angin membuka dan menutup bergantian diatur komputer melalui solenoid valve.
Untuk panjang benang yang dibutuhkan dalam selebar kain diatur oleh feeder drum. 1 (satu) lebar kain sama dengan 3 (tiga) putaran di feeder drum. Setelah 3 (tiga) putaran, pin feeder drum akan membuka melepas benang pakan tersebut. Selain itu pula feeder drum berfungsi sebagai pengatur tegangan benang sebelum disisipkan ke mulut lusi. Rumus mencari diameter feeder drum untuk panjang benang pakan selebar kain adalah :

Diameter feeder drum = x 1,03 mm
Pengaturan pengaktifan pembukaan tekanan angin pada peluncuran pakan dalam 1 (satu) gerakan pokok mesin tenun diatur :
1. Pin feeder drum : 80°-200°
2. Main nozzle : 90°-190°
3. Grup sub nozzle I : 110°-190°
4. Grup sub nozzle II : 140°-220°
5. Grup sub nozzle III : 170°-240°
6. Grup sub nozzle IV : 170°-240°
Standar tersebut sudah bisa menjalankankan mesin, namun setelah melihat jenis kain, cacat pakan, penghematan energi dan lain-lain, penyetelan dapat diberi variasi (timing variation).
Benang pakan dipastikan sampai keujung kain oleh sensor pendeteksi pertama, jadi apabila benang tidak sampai, maka mesin akan otomatis berhenti. Benang apabila terlalu panjang melebihi yang ditentukan, akan terdeteksi oleh sensor kedua, dan mesin akan otomatis berhenti pula. Sensor yang ada sangat sensitif dan bekerja pada sudut 200°-300° dalam 1 (satu) gerakan pokok mesin tenun.
Otomatis Berhenti Pakan Putus (weft stop motion)
Otomatis berhenti pakan putus di mesin menggunakan sensor cahaya, apabila ada benang pakan lewat didepannya, maka akan memberi masukan ke komputer. Komputer akan memproses apakah mesin berhenti atau tetap jalan. Sensor yang dipasang ada 2 (dua) buah, yaitu :
A. Sensor feeler H1
Sensor ini diatur bekerja pada sudut interval 200°-290° dalam (1) satu gerakan pokok. Di sudut itu benang pakan akan sampai diujung kain paling jauh. Sensor akan memastikan benang pakan selalu mencapai ujung kain dan menghentikan mesin apabila tidak sampai.
B. Sensor feeler H2
Sensor ini di diatur bekerja pada sudut interval 200°-300° dalam 1 (satu) gerakan pokok. Sensor akan memastikan benang pakan tidak melewati batas yang diinginkan dan menghentikan mesin apabila ada yang melewati sensor.

Otomatis Berhenti Lusi Putus (warp stop motion)
Otomatis stop lusi putus pada mesin menggunakan dropper dan batang tembaga. Tiap benang lusi dimasukan dalam lubang dropper, dan apabila ada benang lusi putus, maka dropper jatuh dan menyentuh batang tembaga. Dengan sentuhan itu akan memberi masukan ke komputer untuk menghentikan mesin tenun.
WATER JET LOOM
Mesin tenun ini digunakan untuk benang-benang filament, karena benang filament mempunyai stretch yang tinggi, walaupun di paksakan di air jet bisa di jalankan, tetapi akan merusak peralatan yang ada karena bersifat sangat tajam dan menggores. Dengan water jet akan mampu mengantar benang dengan sempurna, karena tekanan air lebih kuat dari tekanan udara.
Gambar sistem kerja Water Jer Loom
Cara kerjanya, air dipompa dan di atur tekanannya dengan regulator untuk ditembakkan melalui nozzle untuk membawa benang pakan. Solenoid valve akan membuka tembakan air sesuai sudut interval penyisipan benang pakan mesin air jet loom. Sedangkan di water jet loom tidak memakai sub noozle karena tekanan air yang ditembakan sudah cukup kuat membawa benang pakan.
Sisir yang dipakai adalah flat reed seperti mesin teropong, tidak seperti air jet loom yang berbentuk profile.
Otomatis Berhenti Pakan Putus (weft stop motion)
Hampi sama dengan air jet loom.
Otomatis Berhenti Lusi Putus (warp stop motion)
Water jet loom tidak memakai otomatis stop (dropper), karena benang filament sangat kuat sehingga jarang sekali putus.
Shedding Motion
Tergantung kebutuhan, biasanya positif cam atau dobby

RAPIER LOOM

Rapier loom banyak digunakan sampai saat ini, mesin ini sangat cocok untuk menyisipkan benang-benang yang berat. Rapier loom ada 2 macam :
1. Sistem tongkat
Disini menggunakan benang pakan dibawa ujung tongkat dan diberikan atau disampaikan ke tongkat kedua kemudian setelah sampai di ujung, benang pakan akan dilepaskan dari tongkat kemudian baru mengalami pengetekan.
Gambar rapier insertion system
2. Sistem rapier flexible
Disini sama saja, hanya tongkat diganti sabuk atau rantai yang flexsible sehingga mesin tenun tidak terlalu lebar seperti rapier tongkat yang membutuhkan tempat yang lebar dan tidak nyaman untuk produksi kain tenun yang lebar.
Untuk sistem seperti take up, let off dan lainnya sama dengan yang lain, sedangkan sistem otomatis pakan putus mirip dengan mesin shuttle.
PROJECTILE LOOM
Cara kerja mesin ini dengan cara menjepitkan benang pakan ke projectile dan ditembakkan ke ujung kain kemudian penjepit dilepaskan, benang mengalami pengetekan dan projectile kembali melalui jalan bawah untuk di pakai lagi.
Kelebihannya sangat cocok untuk benang-benang berat dan memproduksi kain yang lebar.
Gambar cara kerja projectile loom
Untuk sistem seperti take up, let off dan lainnya sama dengan yang lain, sedangkan sistem otomatis pakan putus mirip dengan mesin shuttle.

JACQUARD SYSTEM
Jacquard adalah sistem pembuat mulut lusi yang paling banyak variasi anyamannya. Hal tersebut karena lusi naik-turun bergerak secara individu, sehingga tidak banyak pengulangan seperti sistem dobby apalagi cam.
Variasi dobby maksimal rata-rata 18 heald frame, sedangkan jacquard bisa 300 lebih baru pengulangan.

Kelebihan jacquard :
1.      Masing-masing lusi dapat naik turun secara independent, sehinga bisa mwndapatkan corak anyaman yang lebih rumit (rapor panjang dan tidak bisa dikerjakan dobby)
2.      Dapat digunakan untuk macam-macam tenunan selain tenun biasa seperti handuk, taplak, korden dll
3.      Tipe benang, anyaman, warna mudah di variasi dan dikombinasikan di mesin, terutama yang sistem computer
Tension lusi lebih merata daripada dengan dobby, karena tebal heald framenya sama.
Klasifikasi mesin jacquard :
1. Inggris pitch : rentang ukura 100 s/d 600 needles
2. Ordinary jacquard : single lift, centre shed jacquard, double lift
3. Prancis pitch : vicenzi, verdol : cocok untuk sutra
Prinsip gerakan jacquard :
Gerakan dari mesin digunakan menggerakkan lever naik-turun dengan fulcrum. Ketika turun hook akan bebas, apabila needle ujungnya masuk lubang kartu, maka hook akan terbawa maju karena terkait lubang needle, sehingga ketika lever naik kembali, ujung hook akan mengait grief dan hook akan terbawa naik. Hook naik otomatis harness naik untuk menaikkan benang lusi juga. Bila tidak masuk lubang kartu, needle tidak terdorong, sehingga harness bebas dan tidak mengangkat lusi.
Mesin jacquard modern menggunakan solenoid magnet sebagai penarik needle, sehingga kecepatan, pengaturan design lebih mudah lagi. Tidak perlu membuat lubang-lubang kartu, cukup membuat design dikomputer dan memasukkan data mesin, kemudian mesin jacquard bekerja sesuai instruksi yang diperintahkan.
Hasil design juga bisa langsung dicoba dan dilihat dimesin tenun, karena tidak membutuhkan waktu yang lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar